haloberita.id, Balikpapan – Proyek strategis nasional Jalan Tol Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah jadi sorotan. Genangan air yang muncul di kawasan Kilometer 10, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, memantik kekhawatiran sekaligus kritik dari berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Balikpapan.
Kondisi ini dianggap sebagai sinyal bahwa aspek lingkungan dalam proyek prestisius tersebut belum sepenuhnya diperhitungkan. Masyarakat mulai terdampak, dan laporan demi laporan pun masuk ke meja wakil rakyat.
Salah satu suara kritis datang dari Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang. Ia menilai lemahnya komunikasi sejak awal menjadi penyebab utama munculnya permasalahan banjir tersebut.
“Kalau sejak awal warga, kontraktor, dan DPRD duduk bareng membahas dampak lingkungan, tentu persoalan ini bisa dicegah. Ini bukan cuma soal teknis, tapi tanggung jawab sosial,” ujar Oddang, di Gedung DPRD Kota Balikpapan, Selasa (8/4/2025).
Dirinya menegaskan pentingnya keterbukaan informasi serta perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar proyek. Menurutnya, koordinasi lintas instansi perlu diperkuat agar tidak ada lagi kejadian yang ‘terlambat ditangani’.
“RT dan lurah jangan pasif. Begitu ada tanda-tanda banjir, harus langsung bergerak. Jangan tunggu air menggenang baru heboh,” imbuhnya.
Menanggapi persoalan ini, Oddang menyebut Komisi III DPRD Balikpapan berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak-pihak terkait, termasuk kontraktor dan pemerintah kelurahan. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi sebenarnya.
Tak hanya itu, Oddang juga mempertanyakan apakah selama ini sudah ada bentuk kompensasi atau solusi nyata yang diberikan kepada warga terdampak.
“Kita ingin tahu, ada atau tidak kompensasi terhadap rumah warga yang terdampak, dan bagaimana penanganannya?” pungkasnya.
Reporter : Fz


