haloberita.id, BALIKPAPAN – Isu mengenai kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina yang menurun kembali mencuat setelah beberapa laporan dari bengkel mengenai kendaraan yang mogok dan mengalami brebet usai pengisian bahan bakar.
Peristiwa ini mendorong Komisi II DPRD Kota Balikpapan untuk mengambil langkah serius, dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina Patra Niaga.
Dalam RDP Komisi II mendesak dilakukannya investigasi independen serta pengumpulan data teknis terkait tangki pendam di sejumlah SPBU yang sudah beroperasi selama puluhan tahun di kota ini.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menjelaskan bahwa permasalahan ini bermula dari laporan yang diterima beberapa bengkel, termasuk Auto 2000, mengenai gangguan yang dialami kendaraan setelah mengisi BBM di sejumlah SPBU di Balikpapan.
“Laporan tersebut mulai diterima pada akhir Maret lalu dan diteruskan oleh pihak Auto 2000 kepada Pertamina Patra Niaga untuk menanyakan kejadian ini”ujar Adi (Sapaan Akrab Fauzi Adi Firmansyah) usai melakukan RDP di kantor Pertamina Patra Niaga, Rabu 09/04/2025.
Adi menjelaskan mengenai laporan Auto 2000 pihak Pertamina Patra Niaga langsung melakukan investigasi awal dan menemukan beberapa sampel BBM yang tampak keruh. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, diketahui bahwa pengisian tersebut dilakukan di SPBU yang hasil uji BBM-nya masih memenuhi standar yang ditetapkan.
“Dari hasil investigasi Patra Niaga, memang ditemukan beberapa sampel BBM yang tampak keruh. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, pengisian dilakukan di SPBU yang saat diperiksa ternyata hasilnya masih sesuai standar,” jelas Adi
“Patra Niaga memastikan bahwa distribusi BBM dari kilang hingga SPBU dalam kondisi baik dan sesuai prosedur”tambahnya.
Meskipun begitu politisi Partai Golkar ini menilai perlu adanya pendalaman lebih lanjut terkait potensi kerusakan sistem distribusi BBM lainnya, seperti kemungkinan kebocoran pada tangki pendam SPBU atau mobil tangki pengangkut BBM.
Adi juga menyayangkan dalam RDP kali ini tim teknis dari Pertamina tidak hadir, sehingga tidak ada penjelasan rinci terkait masalah yang saat ini menjadi sorotan publik
“Mereka (Pertamina Patra Niaga) tidak bisa memberikan jawaban lengkap karena tim teknisnya tidak hadir,” ungkap Adi.
Pihaknya menegaskan sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Kota Balikpapan meminta Pertamina Patra Niaga untuk segera menyerahkan laporan audit atau hasil investigasi yang lebih lengkap, termasuk data teknis mengenai tangki pendam yang telah beroperasi lama di SPBU.
“Kami minta data lengkapnya diserahkan paling lambat hari Senin. Setelah itu, kami akan melanjutkan investigasi dengan melibatkan pihak ketiga yang independen,” tegas Adi.
Adi juga menjelaskan bahwa Investigasi lebih lanjut ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Perekonomian, laboratorium independen di luar Pertamina, serta teknisi ahli. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pembanding dari hasil uji laboratorium yang selama ini hanya dilakukan oleh pihak Pertamina.
“Kalau hanya hasil lab dari Pertamina yang menyatakan BBM aman, kami tetap membutuhkan pembanding. Maka kami usulkan agar melibatkan laboratorium eksternal untuk memastikan objektivitasnya,” bebernya.
Selain itu, Komisi II DPRD Kota Balikpapan juga berkomitmen untuk mengawal proses investigasi di lapangan dengan mengunjungi bengkel-bengkel besar seperti Auto 2000 yang sebelumnya melaporkan keluhan. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa data yang terkumpul valid dan menyeluruh.
“Kami ingin mengetahui masalah sebenarnya, apakah karena oplosan, adanya air dalam BBM, atau kebocoran pada tangki pendam maupun mobil tangki. Kita harus selidiki sampai tuntas,” tutup Adi.
Reporter : Ags


