haloberita.id, Balikpapan – Angin segar kembali berhembus di tubuh Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Balikpapan. Musyawarah Lokal (Muslok) ke-14 yang digelar pada Minggu, 15 Juni 2025 tak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga membangkitkan semangat persatuan, inovasi, dan transformasi organisasi menuju masa depan yang lebih berdaya dan relevan.
Dalam forum yang berlangsung tertib dan demokratis tersebut, Edi Supardi, dengan callsign YC7VBX, resmi ditetapkan sebagai Ketua ORARI Lokal Balikpapan periode 2025–2028 secara aklamasi.
Keputusan tersebut diambil setelah salah satu calon dinyatakan tidak memenuhi syarat dan memilih mundur dari pencalonan. Sebelumnya, Edi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua sejak 2022 dan dinilai berhasil menjaga stabilitas organisasi di masa transisi.
Ketua ORARI Daerah Kalimantan Timur, H. Aji Ilmudin (YB7UN), menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Muslok, yang menurutnya menjadi bukti kedewasaan para anggota dalam berorganisasi.
“Meskipun sempat ada dinamika, semuanya berjalan sesuai aturan dan penuh musyawarah. ORARI Balikpapan harus bisa menjadi garda terdepan dalam mendukung komunikasi darurat dan pembangunan, apalagi dengan letak strategisnya sebagai pintu gerbang menuju IKN,” tegas Aji.
Dalam pidato pertamanya sebagai ketua definitif, Edi Supardi menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar pemimpin formal, melainkan fasilitator yang akan merangkul semua elemen ORARI tanpa sekat dan sekat kepentingan.
“Saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan rekan-rekan semua. Mari kita rapatkan barisan. Kita bukan hanya komunitas, kita adalah keluarga besar yang punya peran penting dalam menjaga komunikasi masyarakat, terutama di situasi darurat,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga berkomitmen membawa ORARI kembali aktif dan produktif melalui kolaborasi, keterbukaan, serta penguatan kapasitas anggota.
“Kita harus kembali ke semangat awal — saling belajar, saling bantu, dan saling berbagi frekuensi. Kita akan bangun sinergi dengan pemerintah, mitra swasta, bahkan komunitas digital agar ORARI tetap relevan dan berkontribusi nyata,” tambah Edi.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan rencana strategis untuk menggali potensi pendanaan yang belum tergarap, guna mendukung operasional dan kegiatan-kegiatan edukatif bagi para anggota, khususnya generasi muda yang tertarik pada dunia komunikasi amatir.
Muslok ke-14 ini tidak hanya dihadiri oleh anggota ORARI, tetapi juga berbagai perwakilan instansi pemerintah, mitra kerja, dan organisasi sejenis. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa ORARI bukan organisasi yang berjalan sendiri, melainkan bagian dari ekosistem komunikasi dan kebencanaan yang harus terus diperkuat.
“Dengan terbentuknya pengurus yang baru kami berharap mampu membawa ORARI Lokal Balikpapan menjadi organisasi yang tak hanya solid secara internal, tetapi juga bermanfaat luas bagi masyarakat” tandasnya.
Reporter : Ags


