haloberita.id, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PKS, Japar Sidik, S.E., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan suara rakyat dengan turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2024–2025, Jumat (25/4/2025).
Kegiatan serap aspirasi tersebut digelar di lingkungan RT 14, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara dan Turut di hadiri perwakilan dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, Camat Balikpapan Utara, Lurah Muara Rapak, para ketua RT se-Kelurahan Muara Rapak, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga setempat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan pentingnya momen reses sebagai ruang demokrasi partisipatif yang hidup dan dinamis.
Dalam pembukaan kegiatan, Japar Sidik menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya.
Lebih dari itu, reses menjadi wahana penting dalam memperkuat komunikasi dua arah antara legislatif dan konstituen.
“Reses bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk nyata bahwa wakil rakyat tidak duduk diam di balik meja, tapi hadir langsung mendengarkan, memahami, dan mencarikan solusi terhadap permasalahan masyarakat. Aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan memperjuangkan program pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Japar Sidik dengan tegas.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Balikpapan yang membidangi perekonomian dan pembangunan, Japar mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan berbagai usulan maupun keluhan, baik yang berkaitan langsung dengan lingkup tugas komisinya maupun isu-isu lintas sektoral yang relevan dengan pembangunan daerah.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme tersebut, salah satu aspirasi mengemuka datang dari warga RT 87 Muara Rapak yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan baku utama dalam produksi pempek-salah satu kuliner khas yang menjadi andalan UMKM di wilayah tersebut.
Kelangkaan bahan baku berdampak langsung pada kelangsungan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga.
“Kami mohon ada perhatian dari pemerintah kota agar mencarikan solusi konkrit, misalnya dengan membuka jalur distribusi baru atau menjalin kerja sama dengan penyedia bahan baku dari luar daerah,” ujar salah seorang perwakilan warga.
Tak kalah penting, perwakilan dari RT 82 mengusulkan pemanfaatan lahan kosong yang berada di wilayah mereka untuk dijadikan pilot proyek ketahanan pangan.
Mereka menilai, jika dikelola dengan baik, lahan tersebut bisa menjadi contoh pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) yang mendukung program nasional kedaulatan pangan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar.
Japar Sidik merespons dengan positif seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia berkomitmen untuk membawa seluruh masukan tersebut ke pembahasan internal dewan maupun lintas instansi terkait.
Ia juga menyatakan siap memperjuangkan agar usulan-usulan masyarakat tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi warga.
“Setiap aspirasi yang disampaikan malam ini akan kami kawal dan perjuangkan. Tidak hanya di rapat-rapat komisi, tapi juga dalam forum lintas sektor. Sinergi antara dewan, eksekutif, dan masyarakat adalah kunci agar setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Japar juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha dan komunitas, dalam menggerakkan pembangunan berbasis potensi lokal.
“Penguatan UMKM dan program ketahanan pangan bukan hanya solusi atas tantangan ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang dalam mewujudkan kemandirian masyarakat” tamdasnya.
Reporter : Ags





