haloberita.id, Balikpapan – Semangat membangun bangsa melalui jalur pendidikan dan partisipasi aktif kembali ditunjukkan oleh generasi muda. Dalam rangka menyelesaikan tugas Rencana Kerja Tingkat Lanjut (RKTL) dari kegiatan Parlemen Pelajar 2025 bertema “Suara Pelajar, Harapan Bangsa”, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Balikpapan menggelar audiensi strategis bersama Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Kamis (24/7/2025).
Rombongan pelajar ini dipimpin langsung oleh Ketua IPM Kalimantan Timur, Lukman yang didampingi sejumlah kader pelajar Muhammadiyah Balikpapan. Mereka disambut hangat oleh Ketua LPM Batu Ampar, Fauzi Adi Firmansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, bersama jajaran pengurus LPM setempat.
Dalam pertemuan tersebut, para pelajar menggali informasi seputar peran LPM dalam pembangunan lingkungan serta tugas pokok dan fungsi anggota dewan dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Dialog berlangsung dinamis, mencerminkan antusiasme generasi muda yang haus akan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan sosial-politik.
“Kedatangan adik-adik dari IPM ini sangat kami apresiasi. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga ingin melihat langsung bagaimana kerja-kerja sosial di tingkat masyarakat dan kerja kedewanan dalam memperjuangkan aspirasi publik,” ujar Fauzi Adi Firmansyah usai audiensi.
Langkah IPM Balikpapan ini menjadi cermin bahwa pelajar bukan sekadar peserta didik di kelas, tetapi juga aktor perubahan sosial yang sadar akan masa depan bangsa. Sinergi antara pelajar dan pemangku kepentingan lokal seperti LPM dan DPRD menjadi titik terang dalam membangun partisipasi generasi muda dalam sistem demokrasi yang sehat.
“Ini awal yang baik. Kami harap ke depan ruang-ruang seperti ini diperluas, dan pelajar-pelajar lainnya bisa terlibat aktif dalam menyuarakan gagasan serta solusi atas berbagai persoalan bangsa, mulai dari lingkungan terkecil sekalipun,” tutup Fauzi.
Sementara itu Ketua IPM, Lukman berharap Melalui forum ini, dapat menanamkan nilai partisipatif sejak dini. Menurut Salman, audiensi dengan tokoh masyarakat sekaligus anggota dewan merupakan bagian dari proses pendidikan politik yang sehat dan membangun.
“Kami ingin membuktikan bahwa pelajar juga bisa hadir sebagai subjek perubahan. Dengan berdialog langsung, kami memahami bagaimana jalur aspirasi dibangun dari tingkat RT hingga ke parlemen kota,” kata Lukman
Reporter : Agus


